Minggu, Februari 07, 2010

Sepenggal Kenangan dengan Wan Anwar

TIGA PUISI WAN ANWAR
Moh. Wan Anwar
1.BEJALAN KE UTARA
berjalanlah lurus ke utara, di melintasi rimbun asam
dan masa silam, kau akan tahu darat dan laut seperti bibir sepasang kekasih saling memagut
seperti maut yang tiap waktu terus beringsut pulau-pulau kecil, tempat burung-burung hijrah dari musim ke musim, gemetar di kejauhan
sisa bakau merunduk muram, kawanan ikan mengenangkan pertemuan
seperti penduduk yang dihantam gelombang daratan berlayarlah dengan perahu kayu, menyisiri utara
mengendus panu para nelayan, kau akan bertemu kenyataan
sisa ikan busuk, ceceran solar, muatan kayu dari seberang daki dan kapal inspeksi yang asing berputar-putar sendirian berjalanlah terus ke utara, menyapa sunyi yang beranak di tambak
membayangkan pelabuhan kenangan masa silam 2005
***
2.PERTANYAAN DI STASIUN KERETA
jika timur itu hari depan, mengapa laju kereta kembali ke masa silam
bahwa stasiun ini peninggalan residen, tentu saja kami tahu
juga deret pohon asam, irigasi, dan gedung-gedung pemerintahan begitulah, bukankah tuan-tuan hanya sanggup membangun mall jurang antara cahaya lampu kristal dan temaram perkampungan
kami hamba tuan-tuan, sudah lama bosan dalam penantian tuan-tuan mengobral janji, mengganggu tidur dan mimpi kami
maka kini izinkan kami bertanya, peti-peti yang siang malam diangkut kereta
milik siapa? kemilau lampu di jalan raya untuk siapa! kami tahu tuan-tuan tak akan menjawab, karena tuan-tuan
sedang meluncur ke masa silam, jadi izinkan kami mendakwa
kami tak tahan lagi mendengar dan menyaksikan mulut tuan-tuan
berbusa, nganga, dan amat hina 2005
***
3.KASIDAH BANTEN
aku datang
tetapi dari mana aku datang
aku pergi
tetapi kemana aku pergi kau sambut aku dengan kasidah
tempat berdiam segala kisah kupersembahkan padamu denting kecapi
tempat sunyi menggali diri dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa karena aku telah dating
kauterima cinta di ujung pedang
karena kau telah menjemput
kuterima hatimu semurni maut dua tanda dua nama
bertemu dalam nestapa jika kau dan aku adalah rumah
rumah siapakah kita
jika kau dan aku jadi penghuni
siapakah yang akan kita hadapi 2005
***

enih adalah tiga puisi Wan Anwar yang sengaja bocah reposting ulang dari situs Rumah Dunia. Wan Anwar adalah salah satu dosen FKIP di Untirta lebih tepatnya beliau mengajar di Jurusan Diksastrasia. beliau juga mantan ketua dekan FKIP Untirta yang paling vokal di Untirta dan menurut ibu Naniek Apriliani (dosen bocah yang killer abis ituh) beliau orang yang paling ngotot mau mbikin fakultas satra di Untirta. Sayangnya sampai beliau tiada pun fakultas sastra yang di idam-idamkan masih menjadi impian belaka.

bocah ketemu beliau secara langsung 2 kali, pertama kali bocah ketemu di Acara Move Jurnal yang diadain sama UMC (Untirta Movement Community). beliau jadi pembicara untuk bagian pelatihan menulis. disinilah bocah pertama kali bertemu dengan beliau. awalnya bocah ndak begitu tertarik tetapi setelah mendengar salah satu puisi yang dibacanya bocah ternganga begitu lebar. why?? karena suaranya yang Masya Allah Merdu sekali. Indah. Beautifull. Gorgeous. entah harus dengan bahasa apalagi bocah menamakan suara beliau. yang pasti saat itu juga bisa dibilang kalau Wan Anwar masih muda dan seumuran sama bocah. saat itu juga pasti bocah akan berlutut duluan dan berkata "Mr. Wan Anwar, would you marry me??". Hehehe,,,

tapi untungnya bocah masih waras dan ndak ngelakuin tindakan nekat yang mbisa mbikin malu endonesa ituh.

dari situ bocah langsung heboh kalo ngomongin Wan Anwar ke temans kampus.

Lalu kali kedua bertemu beliau itu saat bocah ngikut pelatihan Jurnalistik di Koran Lokal Radar Banten. bocah yang sudah sedikit mengenal beliau langsung sumringah aja waktu tau beliau bikan orang asing. dan yang pasti bocah bisa dengerin suaranya yang merdu itu. Beliau memang memiliki kharisma tersendiri, mulai dari anugrah suara yang begitu indah sampai sampai puisi yang indah pula. bukan, bukan hanya indah saja tapi juga tajam dan kritis.

pertemuan kedua kali itu membuat bocah tambah terus-terusan kagum dangan beliau. karena saat sedang melakukan sesi pemberian materi. beliau ingin mencontohkan puisi kilat yang dia buat secara langsung tentang seorang wanita (karena menurut beliau wanita itu simbol keindahan). celingak-celinguk beliau mencari orang dan tentu saja peserta pelatihan yang berjenis kelamin wanita. akhirnya beliau menunjuk seorang perempuan yang duduk sebelah kanan dari hadapannya. perempuan itu menggunakakn kemeja abu-abu dan celana jeans. lalu dia menatap mata perempuan itu dan berkata
"neng, kamu pake kontak lens ya??".
Perempuan itu menjawab, "iya pak".
"Warna apa??" lanjut beliau.
Perempuan itu menjawab lagi, “warna coklat pak”.
Lalu tiba-tiba beliau terdiam dan berpikir sebentar sambil manggut-manggut memegang dagu. Dan beliau pun membuat puisi berdasarkan dari perempuan itu. Dan temans, kalau temans merasa bingung kenapa bocah bisa ingat dengan detail sekali. Karena perempuan berkemeja abu-abu dan bercelana jeans itu adalah bocah yang guendeng enih. Sebegitu suenengnya bocah dibuatin puisi dadakan sama si jagonya mbikin pusi mata bocah sampai berkaca-kaca. Antara senang, terharu dan perasaan percaya ga percaya. Sayangnya, justeru bocah malah lupa sama puisinya ituh seperti apa. Sangking suenengnyah sampe lupa ternyata. Hehehe,,

Dan, bocah pun menjadi sangat kehilangan sekali saat mengetahui idola bocah meninggal dunia di tahun lalu. Bocah sangat sedih sekali dan merasa beruntung pernah bertemu dengan seseorang seperti beliau.

Satu cerita yang bocah tak pernah lupa dari beliau,,

“saya ini bukan orang berada tapi saya bisa berkeliling dunia tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Saya bisa begitu karena kata-kata. Dengan kata lain saya ini diterbangkan oleh kata-kata. Kuliah saya selesai dengan kata-kata. Dan sampai sekarang saya bisa hidup pun dengan kata-kata pula. Maka jangan takut untuk menulis, kamu bisa hidup dengan kata-kata dari tulisanmu sendiri”.


Dedicated for, Mr. Moh. Wan Anwar….

Sebuah ucapan selamat jalan yang sangat terlambat walaupun begitu pertemuan kita yang sangat singkat itu membuat saya sangat terinpirasi untuk membuat tulisan yang lebih baik dan semakin baik lagi.

Sabtu, Februari 06, 2010

DIA SI PENGAMEN JALANAN DENGAN SEMANGAT 98’

Selasa malam kemarin bocah pulang ke Tangerang setelah mengibarkan bendera putih tanda nyerah sama keadaan nasib. Serang mati lampu di pukul lima sore hari secara mendadak. Bocah yang lagi nyantai-nyantai sambil mainin notbuk langsung kaget waktu tau-tau tv dikosan mati gitu ajah.
Tadinya bocah mau nungguin ajah sampe lampu nyala. Bocah mikir kayanya sih mati lampunya cuma 15 menit secara kan Bapak Presiden Republik Indonesia kita ituh udah meresmikan Gardu listrik yang ada di Pandeglang ituh. Kalo ndak salah peresmiannya minggu kemarin saat bocah lagi di Jogja. Jadi, kalau ditilik dari segi geografis jarak antara Pandeglang dan Serang ituh hanya satu jam perjalanan kalo naik bis Murni. Sehingga secara eksplisit bisa ditarik kesimpulan bahwa kedua tempat enih memiliki jarak yang berdekatan. Entah kenapa bocah langsung mikirin hal yang ruwet enih. Kalo ndak percaya mari kita lihat peta Banten,,,

Jadi dengan jarak yang dekat ituh ditambah jarak waktu antara peresmian gardu yang belum terlalu lama seharusnya ndak ada kejadian mati lampu seperti kemarin. Kenapa pula gardu yang katanya bisa memasok kebutuhan listrik rakyat sekitar tapi malah ndak sesuai sama kenyataannya. Wallahualam,,
Jadi berdasarkan kejadian menyebalkan diatas, bocah yang tadinya sudah sumringah karena lampu tiba-tiba nyala hanya sekitar 2 menit langsung mengambil keputusan yang sangat tepat sekali selama 20 tahun bocah mengarungi hidup di Jagad Raya enih.
Bocah memutuskan pulang ke rumah saat ituh juga. Bocah naik bis Asli jam 6 sore dan mencoba menyamankan diri supaya ingatan tentang tugas MPR yang sama sekali belum dikerjain ndak terngiang-ngiang di bis. Yang mbikin parah besok tugas ituh harus dikumpulin dan minimal 10 lembar. Ckckck,,
Dan disinilah cerita yang sebenarnya nyambung sama judul diatas baru dimulai (dari tadi udah ngalor ngidul,,hehehe)
Seperti biasa kalo bis dari Serang menuju Tangerang pasti Transit (ngetem euy maksudnyah) di Balaraja. Dan biasanya disini mulai banyak pengamen-pengamen jalanan. Mulai dari orkes keroncong Begawan solo sampe yang lagunya ancur ga jelas juga ada. Nah, tapi kali enih bocah ketemu liat pengamen yang ndak pernah bocah liat selama 2 tahun terakhir sering bolak-balik Tangerang-Serang.
Dari segi fisik, pengamennya udah tua. Mirip bapak-bapak kayanya sih sekitar umur 40an gituh. Rambut agak ikal, kulit gelap, badannya sedikit tambun terus kalo ga salah ada kumis tipis juga. Dia nyanyi pake gitar.
Awalnya bocah ndak terlalu merhatiin dia nyanyi apa, sampe akhirnya bocah engeh kalo dia ituh kayaknya lagi nyanyi tentang lagu perjuangan. Bawa-bawa nama Soekarno dan bla-bla-bla. Terus tiba-tiba dia Orasi di bis. Dia bilang pengamen jalanan ituh bukan pengemis tapi seniman. Mereka ga nyanyi untuk mencari uang tapi terpaksa ajah demi makan. Bla-bla-bla.
Disini dia ngomong panjang lebar tentang perjuangan pahlawan dan tiba-tiba dia ngungkit 13 orang temannya yang ikut berjuang membela rakyat di tahun 98’. Dia bilang program-program seperti Gakin, Raskin dan BLT ituh adalah hasil dari perjuangan ke-13 orang tersebut. Yang sampai sekarang hilang entah kemana dan tak ada kabar, bukan karena apa-apa tapi melainkan karena di culik oleh penguasa pada saat ituh.
Dia bercerita hal enih Karena dia ingat kalo penculikan ituh terjadi sekitar bulan januari-februari tiga belas tahun silam.
Bocah yang ngedenger dia ngedongeng tentang ituh lansung kepikiran sama teman-teman dikampus yang makin kesini makin keritis ajah. Okeh, mungkin kampus-kampus lain yang memiliki nama Besar pada saat enih bisa dibilang juga memiliki pemikiran yang keritis. Tapi kalau kita berada di kota yang terkurung dalam batasan penguasa, maka harus hati-hati bertindak. Bocah ajah yang ngomongnya suka asal njeplak suka diomelin sama konco-konco. Katanya kalo ngomong masalah kaya gitu disini harus hati-hati.
Dan sekarang dikampus lagi hebohnya organisasi eksternal nyari massa dan membentuk kelompok guna ngabahas masalah Negara dan entah apa lagi.
Si Jembol juga ribet banget noh, udah sebulan lebih ketemu sliwar-sliwir. Entah punya pacar baru atau jadi simpenan tante-tante. Tapi yang bocah denger dia lagi sibuk ngurusi sesuatu yang kalo ditanya jawabannya pasti “ada deh, nanti liat aja sendiri,,”. Nah, sapa coba yang ndak sewot. Coba tolong kasih ide yang bagus orang kayak begitu enaknya diapain yah??!! (dan herannya kenapa juga dia bisa tahu semua hal tentang bocah padahal bocah ndak ngasih tau dia, emang intelnya ada banyak tersebar dimana-mana udah kaya kutu).
Ups, curhat dikit..
Lanjut, jadi intinya Bocah yang awalnya udah masa bodo sama Si Jembol jadi keingetan dia lagi gara-gara ituh pengamen jalanan. Ckckckck,,, lu mbool,,
Selese dia ngamen bocah langsung ngerogoh saku nyari uang serebuan buat dia. Sapa tau anak istrinya bisa ikutan senang sama hasil usaha suami dan bapaknya enih. Amien. Dan bocah pun nyari-nyari henpon Nokia seri butut di tas, buka message baru dan ngetik “a, gy ngapain??” untuk kesekian kalinya dan berharap ituh orang bisa kembali ke jalan yang benar secepatnya dan kata-katanya tentang mendewi-tololkan wanita di buku muka semoga bisa bocah jatuhkan dengan anggun didepan muka dia. Sekian dan terima kasih. Titik.

Malam kamis yang menyengat

Sudah hampir sebulan sayah ndak ngurusin si bocah. Banyak pikiran sayahnyah,,,
Karena banyak yang sayah ingin ceritakeun jadi langsung kita mulai sajah.
Here we go,,,,
Pertama,,
Senin tanggal 25 januari nanti bocah bersama teman-teman satu angkatan berniat untuk jalan-jalan ke Djogja. Bawa-bawa nama universitas dan fakultas ke djogja. Bayar setengah juta dengan embel-embel ndak ada UAS. Untungnya sama ndoro mamih dikasih uangnya kalo ndak bisa-bisa bocah jual ginjal buat ongkos ke Jogja. Sebenernya banyak temans civitas akademika Untirta (pastinya) yang pada protes (apalagi yang keritis ituh tuh,,). Kata mereka sama aja beli nilai, tapi kalo bocah sih teteup bilang enih jalan-jalan bonus nilai uas A. hehehe,,,,

Kalo dipikir-pikir iyah juga yah, tapi kalo dipikir-pikir lagi “ih kan enak ke djogja” hehehe. Apalagi pengikutnya ituh rata-rata warga SKREBE.
Kita intermezo dulu sebentar:
SKREBE adalah nama komunitas jadi-jadian yang isinya makhluk penghuni Komunikasi Fisip Untirta kelas B Reguler angkatan 2007. Sebenernyah angkatan bocah ituh kelas regulernyah ada 2 kelas. Kelas A dan B. tapi kelas non regulernyah ada banyak. Tak taulah sampai berapa kelas. Nah,,,,
Sangking solidnya ituh anak kelas kom b, jadilah kita bikin komunitas jadi-jadian ituh. Hahahaha,,,,,
Selesai.

Berhubung anak SKREBE ituh penganut ilmu makan-ga-makan-asal-kumpul jadilah pergi ke djojga rame-rame ituh pasti uasik tuenan. Lah wong kita jalan-jalan ke Anyer ndak pake makan aja jadi.
Tapi perjalanan ke djogja kali enih agak sedikit sepesial. Karena…..
Si bocah anu guendeng enih jadi kordinator langsung. Jabatan si bocah harusnyah sih jadi ketua panitia, tapi karena bocah ituh guendeng sangat. Jadilah bocah menyerahkan begitu sajah jabatan ketua kepada saudari Irna Septiara. Hehehe,,,
Bocah ndak kuat kalo harus nanggung 50 nyawa. Lah wong bocah ajah kalo jalan masih sering kesandung, yang ada ituh peserta nanti ikut-ikutan kesandung juga.
Ternyata walopun ndak jadi ketua panitia teteup ajah ribet urusannya ngurusin kepuasan 50 anak. Tapi lumayan ilmu komunikasi bisa kepake. Bisa kenal orang travel. Hehehe,,,
Yah, semoga aja perjalanan menyenangkan. Amien,,,

Kedua,,
Udah seminggu enih bocah UAS. Kondisi kampus sangat hectic sekali, apalagi si bocah yang setiap hari makin kurang gizi malah terancam busung lapar. Beberapa hari sebelum UAS bocah udah nyicil tugas yang dijadiin syarat buat ngikut UAS. Jadi, tugas ndak beres UAS ndak ngikut. Weleh-weleh,,
Mulai dari presentasi program, presentasi teori kuliah, ngurusin tugas fotografi sampe yang paling mbikin bocah pusing ya itu tugas riset produk. Weleh-weleh lagi,,,
Kata para dosen sih, tugas enih latihan kita untuk mbikin sekeripsi nanti. Presentasi juga gunanya biar kita ndak herpes eh nerpes waktu disidang nanti. Tapi lumayan mbikin napsu buat idup ilang,,,ckckckck,,
Ketiga,,
Sekitar dua minggu yang lalu bocah diajak ndoro mamih nengokin ua umi yang lagi sakit di rumah sakit PELNI. Disitu bocah ketemu sama sodara-kayanya-kakak-sepupu-gituh alias bang Alam. Dia ituh baru lulus dari STT Telkom di Bandung jurusan teknik elektro dan langsung ngajar jadi guru STM. Si abang Alam ituh sekarang niatnya mau ngambil S2. Lumayan mbikin bocah ngiler mendadak. Disitu dia nasehatin bocah supaya lulus cepet biar bisa ngambil S2 juga. Tapi bocah sempet sebel juga sama gaya ngomongnyah. Baru lulus STT ajah gayanya suombong buettulll!! Masa ngomong sama ndoro mamih yang biasanya nyebutin diri sendiri pake nama jadi tiba-tiba berubah jadi “saya”.
Ilustrasi:
“jadi sayah ituh lulusan Telkom yang paling cepat diantara teman-teman sayah yang lain. Teman sayah masih pada santai-santai sayah sudah mbikin strategi buat bisa lulus cepat. Nilai-nilai sayah juga ndak selalu bagus, tapi sayah ngejar yang sks nya guede. Jadi IPK sayah bisa cukup”.
Sumpah waktu denger dia ngomong kayak begituh hati rasanya pilu suekali waktu inget dia ituh anak-paling-bontot-yang-masih-minta-dicebokin-waktu-kelas-5-SD.
Belum lagi waktu dia ngomongin something about computer and the internet sama om bocah, dia dengan gaya suombongnyah ituh ngeluarin kata-kata “oh, ituh suangat mudah suekalle om”. Palelu pitak kali!!!

Giliran ngomong sama bocah, bocah yang memang masih calon sarjana dan ndak suka dengan birokrasi aneh dengan penyebutan kata “sayah “ langsung ajah ngomong nyebutin diri sendiri pake nama.
Ilustrasi :
“oh kalo ririn sih bang, nggak suka sombong. Rin mah biasa ajah orangnyah. Orang dikosan makan pake nasi, rin makan pake singkong. Yang laen pada mandi tiga kali sehari, rin seminggu sekali ituh juga tergantung ujannya turun apa enggak”.

Hahahaha,,
Pas denger bocah ngomong kayak begitu langsung ajah si abang ngerubah cara ngomongnyah.
Tapi, si bocah memang bukan sembarang bocah. Si abang memang sombong, tapi sombong selagi muda kan ndak apa-apa. Jadilah bocah mengikuti saran si abang untuk ngatur strategi dari sekarang terus ndak lupa ngitung sisa sks. Nah kemaren bocah iseng ngintip ke ruang Kepala Jurusan dan ngeliat jumlah sks yang udah bocah ambil. Tang-itung-itang-itung. Ternyata bocah enih pinter juga yah, sisa sks nyah tinggal 33 sks lagi. Jadi kalo bocah ndak kumat malesnyah, 2 tahun lagi bocah mungkin bisa lulus jadi sarjana SOSIAL. KRIKRIKRIK,,,

Postingan Subuh-Subuh

Sudah tiga puluh lima hari bocah absen nulis di blog enih. Alesan sibuk juga udah basi kayaknyah, tapi mau gimana lagi. Tulisan terkhir bocah yang berjudul Malem Kamis Yang Menyengat juga dimaksudkan buat di posting ke sinih. Tapi apa daya itu tulisan Cuma ndiem ngedekem di notbuk bocah. Weleh-weleh,,,,

****
Sekarang jam , sebenernyah bocah kebangun jam 01.00 WIB alias tengah malem kebangun padahal bocah baru tidur jam 2 pagi kebangun jam 4 buat ngerjain laporan MPR tentang Jogjakarta terus bocah tidur lagi. Bangun jam setengah tujuh pagi dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan mulia, yaitu : NGUMPULIN TUGAS KE KAMPUS UNTIRTA TERCINTAH,,,
Perjalanan pulang –pergi dari Tangerang-Serang-Tangerang lagi sebenernya ndak terlalu jauh tapi lumayan mbikin kantong kering dan perut ngegelembung layaknya busung laparr,,,,rrrr,,,,
***
Oh iya,,, bocah sekarang lagi ngePans banget sama miss Scarlet Johanson from Amarika (plesetan Amerika di jaman esempe). Ternyata si Miss Scarlet enih punya vocal suara yang unik yah, bocah suka sama semua lagunya apalagi yang judulnya The Last Goodbye dan Relator. Kalo di lagu Relator Miss Scarlet duet sama penyanyi Pete Yorn. And FYI, Miss Scarlet ituh ga Cuma duet sama Pete Yorn di lagu Relator ajah 2-3 lagu mereka duet gituh. Jujur ajah bocah ndak tau Pete Yorn ituh sapa, tapi siapapun dia. Suaranya enak juga ternyatah,,,hehehe
Enih dia lirik lagu I don’t know what to do, lagu lainnya Miss Scarlet duet sama Pete Yorn

I don’t want you coming here
No way, no way
I Can’t have you staying here
No way, no way

Every time I ever wanted
All the good things that we use to know
And I know you’re not expecting
To go on second guessing
But I think it’s for the best

I don’t want you coming here
No way, no way
I cant have you staying here
No way, no way

Every time I see your eyes
I want to walk with you in moonlight
And I know you’re not intending
To go on just pretending
But I think its for the best

But when you with me darling
I don’t believe in anyone else

I’m so confused by you
I don’t know what to do
I don’t want you coming here

I don’t want you coming here
No way, no way

Pokoknya bocah jatuh cinta sama suara Miss Scarlet. Terus ngomongin lagu faforit lainnya, ada band baru yang aduhai punya. Namanya Blackout, tau dong lagu yang judulnya Goodbye, liriknyah cadas abis. Melodi gitarnya mantap, bener-bener terdengar sedih tapi gahar. Hahaha,, waktu bocah liat sekilas preview video klipnya di tv, bocah langsung mikir “nah enih dia nih, band cadas 2010”. Eh ga lama enih band jadi tenar dimana-mana. Mulai sering tampil di acara-acara music yang penyanyinya suka lipsing di tv ituh. Terus kabar yang terakhir bocah denger mereka mbikin video klip baru, tapi bocah ndak tau lagu yang mana. And model video klipnya ituh ada kembaran bocah si Julie Estelle jadi modelnyah. Ckckck,,,
Gambaran sebuah band yang akan tenar selain lagu-lagunya diterima di masyarakat adalah kalo mbikin Video Klip pasti modelnya artis terkenal dan bayarannya mahal. Liat ajah si ST 12, mereka tadinya dihujat abis-abisan karena lagunya yang menganut aliran Sumpah Melayu Abis tapi sekarang mereka jadi Don King nya music Indonesia. Charlie Van Houten si pentolan band enih kalo bocah ibaratin udah kayak Ahmad Dhani ato Dewiq versi wece. Bayangin ajah lagu-lagu yang dibuat ma dia tenar dimana-mana. Dan bocah sangat ngePans sekali dengan lagu Firman Idol yang-judulnya-apa-gituh-bocahnya-lupa-he-he-he. Video klipnya band enih juga boleh dibilang simple tapi lumayan berbobot. Paling nggak bocah ndak ngeliat ada monyet atau hewan aneh lainnya disituh. Terus yang mbikin video klip band enih sering banget di puter di tv adalah artis-artis pendukungnya yang cantik dan punya reputasi high class di Indonesia. Video klip yang mbikin band enih booming adalah video klip PUSPA. Disituh yang jadi modelnya si Luna Maya, kemudian berlanjut ke video lainnya dimana banyak menggunakan model dari artis ternama juga contohnya: Nadine Chandrawinata, Wulan Guritno, Sigi Wimala dll.
Tapi sayangnya reputasi ST12 ga semanis yang diceritain di infotainment. Minggu kemarin bocah main-main ke Radio Geronimo di Jogja. Bocah ketemu sama penyiarnya, mas Rama dan mbak Ella. Disitu mereka cerita kalo lagu macam Saint Twelve ndak diputer disitu. Alesannya sih yah ituh, terlalu melayu menjurus ke dangdut gituh katanya. Dan mas Rama beralasan kalo mereka ingin meng-educate masyarakat dengan lagu-lagu yang berkualitas. Yah, kalo mau denger lagu ST12 diradio ya gitu. Pasti lagu mereka ndak akan diputer di radio-radio dengan segmentasi kelas atas macem Prambors ato kalo di Serang ya Prima FM (penyiarnya sendiri loh yang ngomong sama bocah). Tapi lain halnya kalo radio yang segmentasinya beragam dan cuma ngandelin request dari pendengar, yah pasti lagu ST12 sering juga diputer di radio ituh. Di Serang banyak kok radio kayak begitu jadi bocah ndak perlu nyebutin satu-satu.
Proses educate seperti enih sayangnya ga berjalan terlalu baik. Tapi emang dasar manusianya ajah yang punya selera beda-beda kali yah jadinya walopun dibilang sangat ngampung toh mereka tenarnya tetep Na’udzubillah.
Postingan enih bocah buat bukan untuk memplokamirkan diri kalo bocah ituh Pans ST12 sejati tapi bocah cuma teringat akan kata-kata seorang Pengamen Jalanan yang tiba-tiba orasi di bus selasa malam kemarin, “janganlah menjadi manusia yang selalu berada dikotak, kita harus keluar dari kotak tersebut agar bisa berpikiran luas”. Maksud bocah adalah, dengerin music ya jangan berdasarkan ituh lagu lagi happening banget atau apapun ituh yang bisa menggambarkan seseorang sebagai sesuatu yang menjadi symbol dari lagu atau music tersebut. Tapi dengarlah lagu yang easy listening serta pastikan ndak akan ngerusak gendang teliga dan yang pasti juga bukan plagiat.
Balik lagi ke Blackout, setelah bocah nge-download lagunya dengan sukses. Bocah hampir tiap hari dengerin lagu enih di notbuk. Sangat tidak mobile sekali memang. Maklum bocah enih sangat perihatin hidupnyah sampe-sampe ndak mampu beli IPOD. Hiks..hiks.. tapi yang pasti bocah ndak akan mbawa-bawa enih notbuk kalo lagi mau dengerin lagu sambil nongkrong di kamar MR.JOHN (maksudnya WC).

Kamis, Februari 04, 2010

tugas yang amburadul lagi,,,

okeh,,,

sebelumnya bocah udah pernah bilang kalo bocah ituh paling ndak bisa mbikin artikel advertorial.
nyari pengertian advertorial di gugel juga yang di dapet intinya yaitu , haru mbagus-mbagusin produk yang mau di jual.

nah ceriteranya mata kuliah PR Writing kali ini ngasih tugas UAS dengan mbuat artikel advertorial tempat-tempat yang dikinjungi di Jogja sanah. berhubung bocahnya cuma senang-senang dan ndak ingat sama tugas kecuali mbelanja, jadilah refernsi untuk mbuat itu artike ndak ada sama sekali. tuhsanya pun harus dkumpulin hari ini dan bocah yang gemblung enih malah nonton dividi full house sehraian, maen sama bocah tetangga terus treatment badan semaleman. niatnya mau begadang gituh mbuat ngerjain enih artikel, tapi kan harus tidur dulu mbetntar. niatnya tidur jam 10, bangun jam 1 pagi. terus ngetik artikel deh,,,

tapi yang kejadian malah,,,
tidur jam 10 malem, bangun jam 5 subuh,,,

terkaget-kaget bocah bangun lang sung ke8ingetan tugas yang belum dikerjain sama sekali.
langsung deh ngerjain dengan asal,,,,
tring,tring, enih dia artikelnyah,,,

MALIOBORO SURGANYA BERBELANJA

Siapa yang tak kenal dengan Malioboro?? Salah satu jalan paling terkenal di Yogyakarta, Malioboro dipenuhi pedagang dan toko yang menjual barang antik maupun suvenir menarik dengan harga yang relatif murah.

Terletak sekitar 800 meter dari Kraton Yogyakarta, tempat ini dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan perayaan. Malioboro yang dalam bahasa sansekerta berarti "karangan bunga" menjadi dasar penamaan jalan tersebut.

Diapit pertokoan, perkantoran, rumah makan, hotel berbintang dan bangunan bersejarah, jalan yang dulunya sempat menjadi basis perjuangan saat agresi militer Belanda ke-2 pada tahun 1948 juga pernah menjadi lahan pengembaraan para seniman yang tergabung dalam komunitas Persada Studi Klub (PSK) pimpinan seniman Umbul Landu Paranggi semenjak tahun 1970-an hingga sekitar tahun 1990.

Membentang di atas sumbu imajiner yang menghubungkan Kraton Yogyakarta, Tugu dan puncak Gunung Merapi, jalan ini terbentuk menjadi suatu lokalitas perdagangan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono I mengembangkan sarana perdagangan melalui sebuah pasar tradisional semenjak tahun 1758. Setelah berlalu 248 tahun, Malioboro masih bertahan sebagai suatu kawasan perdagangan bahkan menjadi salah satu ikon Yogyakarta.

Menikmati pengalaman berbelanja, berburu cinderamata khas Jogja, wisatawan bisa berjalan kaki sepanjang bahu jalan yang berkoridor. Di sini akan ditemui banyak pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Mulai dari produk kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu (gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak pernik umum yang banyak ditemui di tempat perdagangan lain. Batik yang diolah menjadi bermacam-macam barang tersedia di sini. Dari daster sampai kemeja batik resmi untuk laki-laki, semua dapat ditemukan di Malioboro. Batik dapat juga dijadikan tas, taplak, seprei, sarung bantal, gorden, dan sebagainya. Apabila Anda membeli batik cetakan, cuci terpisah. Gunakan lerak (dijual di Malioboro) atau detergen yang lembut untuk mencucinya.

Sepanjang koridor, wisatawan selain bisa berbelanja dengan tenang dalam kondisi cerah maupun hujan, juga bisa menikmati pengalaman belanja yang menyenangkan saat menawar harga. Jika beruntung, bisa berkurang sepertiga atau bahkan separohnya.

Jangan lupa untuk menyisakan sedikit tenaga. Masih ada pasar tradisional yang harus dikunjungi. Di tempat yang dikenal dengan Pasar Beringharjo, selain wisatawan bisa menjumpai barang-barang sejenis yang dijual di sepanjang koridor, pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap.

Selain produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah tetangga seperti batik Pekalongan atau batik Solo. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan harga yang lebih murah.

Saat matahari mulai terbenam, ketika lampu-lampu jalan dan pertokoan mulai dinyalakan yang menambah indahnya suasana Malioboro, satu persatu lapak lesehan mulai digelar. Makanan khas Jogja seperti gudeg atau pecel lele bisa dinikmati disini selain masakan oriental ataupun sea food serta masakan Padang. Serta hiburan lagu-lagu hits atau tembang kenangan oleh para pengamen jalanan ketika bersantap.

Mengunjungi Yogyakarta yang dikenal dengan "Museum Hidup Kebudayaan Jawa", terasa kurang lengkap tanpa mampir ke jalan yang telah banyak menyimpan berbagai cerita sejarah perjuangan Bangsa Indonesia serta dipenuhi dengan beraneka cinderamata. Surga bagi penikmat sejarah dan pemburu cinderamata.

Oleh karena itu ada yang bilang, jika kita ke berkunjung ke Yogyakarta maka belum lengkap rasanya jika kita belum ke Malioboro.

Dan, temans sekalian...

saya peringatkan jikalau mau ngerjain tugas jangan mepet sama hari tugasnyah dikumpulkan. jadinya kan malah kayak saya enih,,, copy paste dari mbah gugel semua. jujur sayah emang paling ndak bisa mbikin advertorial, emang sayahnya ajah yang ndak bisa mbagus-mbagusin orang. sayah ndak mbakat muji kayaknyah,,,,

hehehe,,,

oh iya, saya ada tiga postingan yang ndekem ajah di notbuk. belum sempet nyari wireless geratisan yang bener,,,

hehehe